Selasa, 17 April 2012

islam dan pergumulan budaya jawa ( moh. Taufiqurrahman) 09410237


RESENSI BUKU
Judul Buku             : Islam dan Pergumulan Budaya Jawa
Pengarang             : Prof. Dr. Simuh
Kota Terbit            : Yogyakarta
Penerbit                 : Teraju
Tahun Terbit         : 2003
Tebal Buku            : 214 + vi halaman

Islam dan Budaya Jawa
            Dalam buku ini dijelaskan bahwa budaya memiliki enam nilai, yang amat menentukan wawasan etika dan kepribadian manusia maupun masyarakat. Karena seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa budaya adalah proses atau  hasil krida, cipta, rasa, serta karsa manusia dalam dalam upaya menjawab tantangan kehidupan yang berasal dari alam sekelilingnya.
            Menurut Prof. Dr. Simuh dari keenam macam nilai budaya yang ada. Yaitu nilai teori ilmiah, nilai ekonomi, nilai agama, nilai seni, nilai solidaritas, dan nilai kedudukan. semuanya merupakan pilar yang menentukan konfigurasi kepribadian dan norma etik individu dan masyarakat. Tetapi untuk menciptakan keenam nilai tersebut dalam diri pribadi maupun masyarakat, itu merupakan suatu hal yang sulit. Maka tidak jarang terjadi hanya satu nilai dari keenam nilai tersebut yang paling dominan. Misalnya orang yang cenderung materialistis, maka dia hanya menerapkan nilai ekonomi dalam dirinya. Ada juga Orang  yang cenderung idealis dan rela berkorban harta, jiwa, dan raga demi pengembangan ilmiah, maka dia hanya menerapkan nilai teori/ilmiah saja dalam dirinya. Dan begitu juga dengan nilai - nilai yang lain, maka akan menimbulkan suatu kecenderungan atau kedentikan dalam kepribadian serta masyarakat. Dan salah satu dari keenam nilai tersebut, sudah tentu ada dalam unsur budaya.
            Dalam buku ini juga menjelaskan tentang suatu entitas mengenai budaya islam dan budaya umat islam, budaya islam adalah kebudayaan yang paripurna, dalam artian budaya islam bukanlah hasil karya, cipta, maupun karsa dari manusia didaerah tertentu, dalam hal ini lebih dikenal dengan budaya arab, melainkan produk dari Allah SWT.  Maka dari itu budaya islam tidak bisa berubah maupun dirubah oleh tangan manusia. Dan  budaya islam yang asli adalah sebuah budaya yang bersumber pada Al – qur`an dan hadis, sedangkan budaya umat islam atau lebih dikenal dengan budaya lokal adalah budaya yang dihasilkan dari dimana agama islam itu berdomisili. termasuk didalamnya ijtihad, penalaran ( dalil aqli ), dan lain sebagainya. Dengan kata lain budaya islam bersifat muthlaq sedangkan budaya local itu bersifat dinamis ( berkembang ). tetapi islam sangat toleran terhadap penalaran manusia. Jadi hal ini tidak menutup kemungkinan agama islam untuk terus maju berkembang sesuai dengan zaman dan ditempat dimana islam berdomisili. hal ini didukung oleh pendapat A. Mukti Ali yang terangkum dalam ungkapan beliau " pendekatan ilmiah cum doktriner " atau dalam versi lain berupa budaya islam adalah budaya yang progesif.
            Dalam buku ini memberikan penekanan terhadap interaksi budaya jawa dengan agama islam atau budaya islam, dijelaskan bahwa pada awalnya suku  jawa sebelum terjamah oleh pengaruh hinduisme, menganut system religious berupa Animisme serta Dinamisme serta hokum adat sebagai pranata social mereka. Dengan aturan serta system religious tersebut mereka sudah mengalami suatu kenyamanan dan hidup secara teratur dibawah kepala adat. System religious Animisme serta Dinamisme tersebut memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap kebiasaan serta karakter / kepribadian pada masyarakat suku jawa misalnya ; ilmu magis, ilmu dukun, primbon, mantra, kepercayaan terhadap benda, dan lain - lain. Maka hal itu sebagai masalah yang besar bagi proses masuknya islam, karena kebiasaan – kebiasaan masyarakat jawa tersebut sangat bertentangan dengan al – qur`an dan hadis nabi, misalnya didalam islam sangat dilarang keras untuk percaya kepada benda – benda berpetuah, ilmu sihir ( magis dan dukun ).  Maka dari itu memang suatu keharusan dan tidak ada jalan lain untuk mengakomodir budaya – budaya jawa tersebut agar terjadi suatu interaksi budaya dan melahirkan sebuah akulturasi maupun asimilasi.
            Dalam pembahasan buku ini juga dijelaskan tentang bagaimana proses penyebaran islam ditanah jawa. Pada proses islamisasi ditanah jawa hak penuh dipegang oleh raja dikawasan daerah kesultanan, dengan kata lain bilamana rajanya masuk islam, maka rakyatnya juga ikut masuk islam. Dan apabila sang raja menolak maka rakyatnya pun sebagian besar ikut menolak. Dalam hal ini senada dengan proses islamisasi pada Babad tanah jawa yang dijelaskan bahwa, raja majapahit menolak agama islam, akibatnya rakyatnya pun juga menolaknya. Kemudian sasaran setelah kerajaan adalah daerah di pesisir – pesisir sehingga membuahkan hasil yang menggembirakan karena disana agama islam diterima dengan terbuka dan dan penuh gairah. Dan berkembang menjadi sebuah pesantren. Kemudian lambat laun, guru – guru tarekat dari pesisir ini menjadi raja – raja local. Dan atas jerih payah mereka kerajaan – kerajaan tersebut menjadi kerajaan yang besar. Seperti kerajaan demak, Surabaya, dan lain – lain.
            Dalam buku ini juga membahas tentang pola kaum muslim pada masyarakat jawa terbagi menjadi dua varian: yaitu islam – kejawen yang berarti pola beragama islam dengan meramu budaya pra masuknya islam  dengan agama islam, dan islam – santri yang berarti pola beragama islam secara taat dan murni dari alqur`an hadis.
                 Setelah saya membaca serta menganalisis buku ini, saya rasa buku ini mempunyai konsep yang sangat bagus yakni tentang bagaimana interaksi islam terhadap perkembangan budaya jawa. serta pembahasannya pun saya rasa cukup memahamkan karena bahasanya yang mudah dipahami. tetapi dalam buku ini terkadang saya mengalami miss pembahasan yang menurut saya fokus dari pembahasan itu terlalu melebar dan menjauh dari pembahasan awal. misalnya dalam pembahasan bab pertama dan kedua berbicara tentang islam dan budaya lokal kemudian bab tiga berbicara tentang budaya islam sufi kemudian bab empat baru berbicara tentang kebudayaan jawa. Dan menurut saya penekanan dalam pembahasan kurang.                 

            Demikian resensi saya mengenai buku ini, dari saya mengucapkan banyak mohon maaf atas kesalahan redaksi maupun pemikiran, apabila menimbulkan suatu hal yang kurang berkenan pada diri anda ………
!!!!!!!!!!semoga bermanfaat!!!!!!!!!!!!!

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons