Selasa, 27 Maret 2012

Resensi buku (Solihati)


Nama                           : SOLIHATI
Kelas                           : VI-PAI  F
NIM/No. Absen          : 09410279/44
Identitas buku:
Judul buku                  : Paradigma Kebudayaan Islam (studi kritis dan Refleksi  Historis)
 Pengarang                  : Dr. Faisal Ismail, MA
Penerbit                       : Titian Ilahi Press
Kota                            : Yogyakarta
Tahun                          : 1996
Tebal buku                  : 202 halaman
Buku yang berjudul Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Kritis dan Refleksi Historis ini terbagi menjadi empat Bab. Bab I memuat tentang Islam dan Kebudayaan di Indonesia, seorang seniman yang bernama W.S. Rendra berorasi tiga point penting dalam memandang Umat Islam di Indonesia. Pertama, Umat Islam tidak hadir secara fungsional dalam tata kehidupan masyarakat. Kedua, Umat Islam seakan-akan bukan sahabat kemanusiaan lagi., umat Islam telah mundur dalam bidang seni budaya dan science. Ketiga, Umat Islam menjadi masyarakat tertutup, sehingga apabila ada kritikan dan gagasan dari luar Islam, maka Umat Islam gampang tersinggung.
Untuk itu perlu adanya strategi dan pembaharuan dalam pendidikan Islam. Strategi kebudayaan dalam suatu segi harus bermakna dan berintikan pembaharuan pendidikan Islam, karena pendidikan merupakan sub-sistem dalam keseluruhan satuan budaya. Salah satu cara yang penting dilakukan adalah melakukan kajian ulang terhadap strategi kebudayaan, mengkaji ulang sistem pendidikan (tatanan dan proses belajar mengajar) secara menyeluruh dan komprehensif-sejak dari pendidikan dasar sampai tingkat perguruan tinggi.
Dalam pembahasan terakhir bab ini memuat tentang kritik atas pemikiran kebudayaan Gazalba.  Salah satu Ide yang dianut secara fanatik yaitu Islam adalah agama dan budaya. Salah satu kritik yang diberikan yakni mengenai nikah. Gazalba berpendapat bahwa nikah itu merupakan unsur kebudayaan Islam yang dirasakannya sebagai agama, maka pendapatnya bertentangan dengan hadits nabi “Sesungguhnya nikah merupakan sebagian dari sunnahku”.
Bab II, membahas tentang Keberimanan dan berkesenimanan. Subordinasi kesenian kepada agama menimbulkan dampak negatif terhadap kesenian, yakni pertama, terikatnya bentuk dan isi kesenian kepada agama yang berpretensi abadi. Kedua, timbul ketegangan antara nilai-nilai agama termasuk hukum-hukumnya yang keras dengan nilai-nilai kesenian yang longgar. Ketiga, Penggunaan kesenian untuk tujuan praktek agama akan membatasi ruang gerak kesenian. Adapun segi positifnya, adanya dasar yang kuat untuk memperkembangkan kesenian karena betapapun kesenian harus selalu mengandung nilai-nilai. Dan sebaliknya, dampak negatif terhadap agama, yakni Pertama, Pernyataan-pernyataan dalam kesenian sering mengacaukan ajaran-ajaran agama, misalnya kekacauan semantik, Kedua, Hasil kesenian kadang-kadang disucikan sebagai bentuk ibadah. Ketiga, Akidah-akidah agama sering ditaklukan oleh perkembangan kesenian. Segi positifnya, nampaknya sosok kebesaran agama yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.
Bab III, membahas tentang Islam,Moralitas dan Modernitas. Pada bab ini Islam dihadapkan pada kehidupan modern berupa gemerlap dunia mode,the flower children dan permissive society. Keadaan seperti itu telah meninggalkan unsur moralitas bahkan menciptakan moralitas baru yang tidak didasarkan lagi pada kepercayaan terhadap Tuhan dan akhirat,berkembang dan timbul secara luas dalam masyarakat Barat (Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat). Gaya hidup orang Indonesia selalu berkiblat pada orang Barat dari gaya berpakaian, adat istiadat dan gaya bicara, sehingga terkadang merendahkan budaya sendiri. Di negara Islam seperti Turki dan Iran mengadakan modernisasi menyesuaikan negaranya dengan perkembangan zaman.
Bab IV, membahas Islam dan kebudayaan Global. Pembukaan bab ini menjelaskan sejarah kebudayaan Islam di Andalusia, yang sangat maju pada masa itu. Kemajuan yang sangat pesat terjadi dalam ilmu pengetahuan (science). Khalifah-khalifah yang membawa kemajuan ialah Abdurrahman I (Abdurrahman Addakhil), Abdurrahman III dan Al hakam.
Islam memberikan sumbangan kepada kebangkitan kebudayaan barat. Pada masa dinasti Abbasiyah dan dinasti Ummayah inilah dunia barat mengambil ilmu-ilmu pengetahuan. Mereka dengan tekun belajar bahasa Arab untuk dapat menerjemahkan buku-buku pengetahuan. Situasi-situasi ini membawa kemajuan pada dunia Barat dan melemahkan dunia Islam.
Kemajuan dunia Barat mengakibatkan semakin jauhnya dengan Tuhan. Peradaban Barat pada hakikatnya merupakan peradaban serba-benda, suatu peradaban sekuler dan lebih menekankan kepada urusan dan kepentingan duniawi, meninggalkan nilai-nilai moral dan agama. Peradaban ini akan hancur dan muncullah peradaban baru yang murni dengan ajaran agama (Islam).
Penggambaran yang diberikan penulis menambah wawasan baru terhadap keadaan agama dan kesenian yang berkembang pada masa itu. Penyusunan bagian dan judul tidak didasarkan pada tahun kepenulisan (periodesasi) akan tetapi berdasar atas “benang merah apa” yang menghubungkan antar berbagai macam subjek/tema/topik/kandungan pokok tulisan.
Buku ini tidak tersusun secara sistematis, sehingga sulit untuk memahami. Gaya bahasa yang digunakan kurang imiah, terkesan menggunakan bahasa sastra. Selain itu, terbitan buku ini yang terlalu lama dengan masa sekarang, maka problem-problem yang di uraikan tidak relevan lagi dengan perkembangan sekarang ini.




4 komentar:

M.A mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
M.A mengatakan...

Dewasa ini mayoritas gaya hidup orang Indonesia selalu berkiblat pada orang Barat dari gaya berpakaian, adat istiadat dan gaya bicara, sehingga terkadang merendahkan budaya sendiri.
jangan sampai budaya bangsa kita khususnya kebudayaan umat muslim terkikis oleh zaman. mari kita perlihatkan bahwa kita memiliki budaya sendiri yang harus kita lestarikan.....Go..Go..Go..

Yuyus Julian 09410075

Unknown mengatakan...

Dinamika Islam dalam kebudayaan sebagaimana telah dicapai dalam masa- masa keemasannya diharap bisa menjadi tenaga penggerak bagi munculnya kejayaan budaya baru di masa depan. Kejayaan Islam akan muncul jika benar- benar menyentuh dan membangkitkan seluruh rangsangAn budaya.

Yuni Irawati 09410101

Unknown mengatakan...

nama : samsul munawar habibi
NIM : 09410273

islam dan budaya adalah dua hal yang saling melengkapi. budaya membantu kemajuan islam dan islam menciptakan budaya baru yang lebih bermanfaat (terlepas dari adanya budaya yang negatif/ menghancurkan islam).

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons